Tiga Terapi Untuk Melatih Konsentrasi

hiperaktifHiperaktif ditandai ketidakmampuan memusatkan perhatian atau konsentrasi, disertai hiperaktivitas dan impulsifitas, yaitu bereaksi terlalu cepat tanpa dipikir lebih dulu. Kondisi ini terjadi pada segala situasi, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan sosial lain.

Kendati tak selalu, hiperaktif sering diikuti kelambatan perkembangan lain seperti lambat bicara. Hambatan dalam proses pematangan fungsi otak memang jarang mengakibatkan kelainan tunggal. Umumnya, anak jadi tak bisa konsentrasi. Nah, konsentrasi yang buruk menyebabkan anak lambat belajar bicara. Ini terjadi karena informasi yang diterima anak kurang. Tapi itu tak selalu.

В 

Hiperaktif umumnya juga disertai gangguan perilaku lain. Data menunjukkan, 20-50 persen disertai gangguan menentang. Sekitar 50-70 persen disertai gangguan afektif/perasaan, seperti depresi atau sebaliknya. Sekitar 25 persen disertai gangguan cemas, seperti anak jadi takut sekolah atau takut berpisah dengan orangtua. Selain itu, 15-20 persen disertai kesulitan belajar yang spesifik. Misalnya, kesulitan membaca atau berhitung, meski IQ-nya normal.

Yang lebih buruk, jika anak dibiarkan dan tak ditangani dengan tepat sedini mungkin. Sebab, kondisi ini bisa berlanjut hingga dewasa dan menjadi gangguan kepribadian. Penelitian menunjukkan, banyak anak hiperaktif yang tak dideteksi dan ditangani sejak awal, setelah dewasa menjadi orang-orang yang mengalami gangguan. Antara lain, ketergantungan obat, antisosial, dan sebagainya.

Ada tiga jenis latihan yang dianjurkan untuk melatih konsentrasi anak hiperaktif, yaitu: