DONASIKAN UANG ANDA ke BCA KCU Asemka, AC. 001.302.2400 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA atau CIMB NIAGA Kebon Sirih, AC. 170.01.00355.00.5 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA dan Sukseskan SIDANG SINODE GBI XV

HUT GBI ke - 44

melianus-smd6dkiShalom…

Hari ini 6 Oktober 2014, GBI memasuki usia ke 44 tahun, walaupun tergolong sebuah organisasi gereja terrmuda di Indonesia dan dunia namun usia ini sudah tergolong dewasa. Di HUT yang ke 44 ini saya perlu sampaikan beberapa pesan kepada semua hamba Tuhan dan anggota jemaat GBI di mana saja saudara berada dan sejauh berita ini dapat saudara lihat/baca sebagai berikut :

  1. Kita harus terus bersyukur karena oleh anugerah Tuhan saja maka GBI dapat bertumbuh dan berkembang serta dapat menjadi berkat bagi bangsa bangsa di dunia
  2. Mari kita semua terus menjaga dan memelihara kekeluargaan yang sudah terbangun dengan harmonis selama ini.
  3. Mari kita semua terus bersama sama melaksanakan tugas misi Kristus sampai keujung bumi sebagai wujud ketaatan kita kepada Amanat Agung Kristus bagi GerejaNya.

Selamat bersyukur atas Hari Jadi Gereja Bethel Indonesia yang ke 44 tahun, Tuhan memberkati semua rekan hamba Tuhan dan warga GBI di seluruh pelosok tanah air dan dunia

Pdt. M. Ferry H Kakiay, M.Th

Sekum BPH GBI

Tiga Terapi Untuk Melatih Konsentrasi

hiperaktifHiperaktif ditandai ketidakmampuan memusatkan perhatian atau konsentrasi, disertai hiperaktivitas dan impulsifitas, yaitu bereaksi terlalu cepat tanpa dipikir lebih dulu. Kondisi ini terjadi pada segala situasi, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan sosial lain.

Kendati tak selalu, hiperaktif sering diikuti kelambatan perkembangan lain seperti lambat bicara. Hambatan dalam proses pematangan fungsi otak memang jarang mengakibatkan kelainan tunggal. Umumnya, anak jadi tak bisa konsentrasi. Nah, konsentrasi yang buruk menyebabkan anak lambat belajar bicara. Ini terjadi karena informasi yang diterima anak kurang. Tapi itu tak selalu.

В 

Hiperaktif umumnya juga disertai gangguan perilaku lain. Data menunjukkan, 20-50 persen disertai gangguan menentang. Sekitar 50-70 persen disertai gangguan afektif/perasaan, seperti depresi atau sebaliknya. Sekitar 25 persen disertai gangguan cemas, seperti anak jadi takut sekolah atau takut berpisah dengan orangtua. Selain itu, 15-20 persen disertai kesulitan belajar yang spesifik. Misalnya, kesulitan membaca atau berhitung, meski IQ-nya normal.

Yang lebih buruk, jika anak dibiarkan dan tak ditangani dengan tepat sedini mungkin. Sebab, kondisi ini bisa berlanjut hingga dewasa dan menjadi gangguan kepribadian. Penelitian menunjukkan, banyak anak hiperaktif yang tak dideteksi dan ditangani sejak awal, setelah dewasa menjadi orang-orang yang mengalami gangguan. Antara lain, ketergantungan obat, antisosial, dan sebagainya.

Ada tiga jenis latihan yang dianjurkan untuk melatih konsentrasi anak hiperaktif, yaitu: