DONASIKAN UANG ANDA ke BCA KCU Asemka, AC. 001.302.2400 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA atau CIMB NIAGA Kebon Sirih, AC. 170.01.00355.00.5 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA dan Sukseskan SIDANG SINODE GBI XV

HUT GBI ke - 44

melianus-smd6dkiShalom…

Hari ini 6 Oktober 2014, GBI memasuki usia ke 44 tahun, walaupun tergolong sebuah organisasi gereja terrmuda di Indonesia dan dunia namun usia ini sudah tergolong dewasa. Di HUT yang ke 44 ini saya perlu sampaikan beberapa pesan kepada semua hamba Tuhan dan anggota jemaat GBI di mana saja saudara berada dan sejauh berita ini dapat saudara lihat/baca sebagai berikut :

  1. Kita harus terus bersyukur karena oleh anugerah Tuhan saja maka GBI dapat bertumbuh dan berkembang serta dapat menjadi berkat bagi bangsa bangsa di dunia
  2. Mari kita semua terus menjaga dan memelihara kekeluargaan yang sudah terbangun dengan harmonis selama ini.
  3. Mari kita semua terus bersama sama melaksanakan tugas misi Kristus sampai keujung bumi sebagai wujud ketaatan kita kepada Amanat Agung Kristus bagi GerejaNya.

Selamat bersyukur atas Hari Jadi Gereja Bethel Indonesia yang ke 44 tahun, Tuhan memberkati semua rekan hamba Tuhan dan warga GBI di seluruh pelosok tanah air dan dunia

Pdt. M. Ferry H Kakiay, M.Th

Sekum BPH GBI

Menjadi Orang Yang Berkenan Kepada Allah

Bacaan: Matius 3:13-17

"Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (ayat 17)

Kita semua pasti merindukan, agar hidup kita senantiasa ada dalam berkat-berkat Allah. Untuk dapat selalu menikmati berkat-berkat Allah itu, maka kita harus menjadi orang yang berkenan kepada-Nya. Ketika kita berkenan kepada Allah, maka berkat-berkat-Nya akan menjadi bagian dalam hidup kita.

Keadaan bisa sulit dan tidak menentu, tetapi orang yang hidup berkenan kepada Allah senantiasa dipelihara oleh Tuhan dan ia akan mengalami penuaian dan mujizat dalam segala hal. Bagaimana caranya agar kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah?

  1. Kita harus berjalan dalam kerendahan hati (ayat 13-14).
    Renungan lainnya
    Yesus adalah pribadi yang memiliki kerendahan hati, itu sebabnya Ia datang dan mau dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebelum Ia masuk dalam pelayanan. Kegagalan banyak orang adalah mereka selalu berada pada tempat yang tinggi dan berusaha mempertahankan hak dan martabatnya.
  2. Inilah yang menghambat hidup kita, tetapi orang yang rendah hati akan mengalami berkat-berkat Allah, kehormatan, dan kehidupan (Amsal 22:4). Ada orang yang kaya tetapi tidak dihormati, ada orang yang memiliki kehormatan tetapi tidak kaya, makanya hidupnya menderita.

    Orang yang berkenan kepada Allah adalah orang yang dengan sukacita melakukan segala perintah Firman-Nya

    Kalau kita rendah hati, maka Tuhan pasti angkat hidup kita. Kalau kita memiliki kerendahan hati, mak berkat akan mengikuti kita dimanapun kita berada. "Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati. Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya" (1 Petrus 5:5b-6).

    Orang yang sombong akan menyengsarakan dirinya sendiri, oleh sebab itu jangan sombong!

  3. Kita harus menuruti segala kehendak Allah (ayat 15). Banyak ornag mengatakan, bahwa kehendak Allah itu seperti apa? "Uapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu" (1 Tesalonika 5"18).
  4. Renungkanlah

    1. Bagaimana caranya agar saudara dapat menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah? Sudahkah itu saudara lakukan?

    2. Apakah saudara termasuk orang yang taat ditempat pekerjaan atau pelayananmu? Jika ya, reward apakah yang sudah saudara terima?

    Mengucap syukur adalah merupakan kehendak Allah bagi kita. Kerjakanlah segala tugas kita dengan baik, karena itulah kehendak Allah bagi kita! Jangan mengasihi dunia dengan segala keinginannya adalah juga kehendak Allah bagi kita! Karena itu, lakukanlah kehendak Allah dengan setia, sehingga kita akan diberkati! (1 Yohanes 2:15-17).

  5. Kita harus memiliki ketaatan (ayat 14, 15) Yesus adalah pribadi yang memiliki ketaatan. Alkitab banyak menceritakan tentang bagaimana Yesus dalam pribadi-Nya sebagai manusia sangat taat kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Kalau kita taat, maka Tuhan pasti mengangkat hidup kita. Begitu juga dalam tugas pekerjaan kita, kalau kita taat maka kita pasti diangkat, dimana pangkat, kedudukan kita pasti dinaikkan oleh pimpinan kita.

Begitupun dengan ketaatan kita terhadap Tuhan, selama kita hidup setia dan taat kepada-Nya dalam hal rajin berdoa, membaca Firman, setia beribadah, setia membawa korban ucapan syukur dan perpuluhan, maka Tuhan akan memberkati kita. Hak-hak kita akan diberikan, hak untuk hidup, hak untuk sehat, hak untuk menerima berkat.

Orang-orang yang tidak taat adalah orang-orang yang tidak akan melihat mujizat serta perkara-perkara besar dalam hidupnya.

Akhirnya, marilah kita belajar dari Yesus yang selalu rendah hati, menuruti segala kehendak Allah dan memiliki ketaatan kepada Bapa-Nya! Dengan demikian, hidup kita akan senantiasa diberkati dan kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah.

Doa

Terima kasih Tuhan untuk kebenaran Firman-Mu hari ini, yang mengingatkan aku kembali untuk menjadi pribadi yang senantiasa berkenan kepada-Mu. Mampukan dan tolong aku untuk taat melakukan Firman-Mu ini. Amin.