DONASIKAN UANG ANDA ke BCA KCU Asemka, AC. 001.302.2400 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA atau CIMB NIAGA Kebon Sirih, AC. 170.01.00355.00.5 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA dan Sukseskan SIDANG SINODE GBI XV

Sikap Hati Menyambut Natal

Bacaan: Matius 2:1-11

 

"Maka masuklah mereka kedsalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur" (Ayat 11).

 

Bagaimana sikap hati orang percaya dalam menyambut natal? Ada yang sibuk dengan persiapan-persiapan jasmani seperti: menyiapkan baju baru, mengecat rumah, sibuk dengan urusan parcel dan sebagainya. Semua itu tidak salah, namun yang paling penting adalah persiapan hati kita dalam menyambut Natal. Natal bagi kita orang yang telah dilahirkan kembali bukan lagi menyambut kelahiran bayi Yesus Kristus, tetapi merayakan kedatangan-Nya yang pertama di dunia ini dan juga menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali dalam menjemput umat-Nya.

 

Orang-orang Majus merupakan teladan yang penting bagi kita. Siapakah orang-orang Majus itu? Mereka adalah para intelektual dan golongan raja-raja di Timur Tengah saat itu, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari cara dan tindakan orang Majus tersebut, yaitu:

 

Pertama, Mengenal Tanda Bintang (Ayat 1-2). Ketika orang Majus melihat bintang itu mereka mengerti, bahwa itu bukanlah bintang biasa, tetapi itu merupakan tanda kelahiran Raja orang Yahudi.

Renungan lainnya
Orang-orang Majus adalah orang-orang yang mengerti akan tanda-tanda. Bagi kita oran percaya zaman sekarang, jangan sampai kita tidak mengenal tanda-tanda akhir zaman! Dalam Alkitab, saudara dapat menemukan mengenai tanda-tanda akhir zaman. Dan kalau kita perhatikan, kita akan mengetahui bahwa sekaranglah waktunya akhir zaman itu.

 

Kedua, Berusaha mencari (Ayat 7-9). Mereka tidak hanya menyadari dan melihat tanda bintang sebagai tanda lahirnya Raja diatas segala raja, mereka juga berusaha mencari-Nya sampai mereka menemukan-Nya. Apakah arti rohaninya bagi kita umat Tuhan? Kita tidak cukup mengetahui, bahwa kita hidup diakhir zaman, tetapi kita harus berusaha mencari Yesus Kristus dan menemukan-Nya.

 

Artinya mengalami perjumpaan dengan Tuhan, Firman Tuhan berkata: "Carilah Tuhan dan engkau akan menemukannya" Yesaya 55:6-7). Jangan sampai saudara hanya sibuk melakukan kegiatan-kegiatan ibadah, tetapi tidak memiliki hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan!

 

Kado Natal terindah bagi Yesus bukanlah materi yang mahal, tetapi hati yang tulus dan sungguh-sungguh mengasihi-Nya

 

Ketiga, Mempersembahkan yang terbaik (Ayat 11). Orang Majus tidak datang dengan tangan kosong, setelah mereka bertemu dengan bayi Yesus. Mereka bersujud menyembah DIA sambil membuka tempat hartanya dan mempersembahkan kepada-Nya, yaitu Emas, Kemenyan dan Mur, mereka tidak hanya menyembha DIA, tetapi mereka membawa persembahan.

Renungkanlah

1. Bagaimana sikap hati saudara dalam menyambut Natal di tahun ini?

2. Hal-hal apa saja yang bisa saudara teladani dari orang Majus dalam menyambut bayi Yesus Kristus?

3. Sudahkah saudara mempersembahkan hidupmu sebagai persembahan yang terbaik untuk Tuhan Yesus Kristus?

 

 

Ada tiga persembahan yang memiliki pengertian rohani yang dapat menjadi teladan bagi kita.

1. Persembahan Emas. Emas berbicara tentang barang yang mulia dan berharga. Apakah yang berharga dalam hidup saudara? Tidak lain adalah hidup saudara sendiri. Persembahkanlah itu sebagai persembahan yang mulia (Roma 12:1). Untuk menjadi "mulia" Tuhan akan memurnikan kehidupan kita dari segala bentuk kedagingan dan dosa, sehingga kita muncul seperti Emas yang murni di mata Tuhan (Ayub 23:10; 1 Petrus 1:7).

 

2. Persembahan Kemenyan. Kemenyan adlah baha nuntuk pedupaan yang biasanya dibakar dan berbau harum dan ini memiliki pengertian rohani bagi kita tentang doa-doa kita yang naik dihadapan Tuhan. Baca Wahyu 5:8. Pesan saya, tingkatkanlah kehidupan doa saudara.

 

3. Persembahan Mur. Mur sendiri memiliki pengertian "pahit", sebab Mur adalah getah dari pohon Damar, dan cara untuk mengambil mur hampir sama dengan dengan cara pengambilan getah karet, yaitu harus disayat pada batang pohonnya. Kalau kita berbicara tentang mempersembahkan korban, pasti ada rasa sakit dan ini memiliki pengertian, bahwa kita harus bersedia merasa sakit apabila kedagingan kita disayat atau dipotong oleh Tuhan.

 

Semuanya itu terjadi supaya kita bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Pesan saya, buanglah segala perbuatan-perbuatan daging dan hiduplah oleh Roh!

 

Menjelang Natal kali ini dan seterusnya, marilah kita memiliki sikap hati yang benar di mata Tuhan, sehingga kita menjadi umat yang berkenan di hati-Nya!

 

Doa

Tuhan Yesus, pulihkan hatiku agar semakin murni dan tulus dalam menyambut kelahiran-Mu. Pimpinlah dan tuntunlah aku, biar hidup menyenangkan hati-Mu Tuhan. Amin