Top Panel

DONASIKAN UANG ANDA ke BCA KCU Asemka, AC. 001.302.2400 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA atau CIMB NIAGA Kebon Sirih, AC. 170.01.00355.00.5 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA dan Sukseskan SIDANG SINODE GBI XV

Memiliki Hati Yang Bijaksana

Bacaan: Mazmur 90:1-12

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Ayat 12)

Adalah hal yang wajar Apabila hidup manusia diisi oleh masa suka dan duka, namun Bagaimana manusia menyingkapinya dan Bagaimana kita melihat begitu banyak air mata tertumpah di muka bumi ini.

Mazmur pasal 90 ini merupakan doa Musa, doa ini dimungkinkan dituliskan karena Allah membuat Israel mengembara selama 40 tahun di padang gurun, sebagai hukuman atas ketidak-setiaan mereka itulah, Musa berdoa agar ia memiliki hati yan bijaksana. Hati adalah pusat kehidupan, sumber keinginan dan keputusan. Itulah sebabnya Allah mengajar supaya kita menjaga hati (Amsal 4:23).

Mengapa hati yang bijaksana begitu penting dalam kehidupan kita?

A. Karena hidup manusia itu begitu Singkat (ayat 10). Alkitab mengatakan hari-hari hidup kita di bumi paling lama 70-80 tahun, artinya kita harus bijaksana mempunyai persiapan untuk hidup di akhirat. Dalam hidup yang Singkat ini, maka kita perlu melakukan apa yang Allah kehendaki.

Renungkanlah

1. Apa yang dimaksud dengan hati bijaksana?

2. Sudahkah saudara memiliki hati yang bijaksana? Jelaskan!

3. Mengapa demikian pentingnya memiliki hati yang bijaksana?

Mazmur 90:3 menggambarkan akhir hidup manusia seprti debu dan pada ayat 4 menggambarkan bila manusia hidup 1000 tahun, maka itu sama dengan satu hari saja di mata Tuhan. Dalam Yakobus 4:14, hidup manusia seperti uap dan dalam mazmur 90:5-6 mengatakan hidup manusia seperti rumput. Oleh karena itu dalam mengelola hidup ini kita harus memiliki hati yang bijaksana, artinya bijaksana dalam mengatur pola makanan, waktu istirahat bekerja dan mengatur waktu dalam keluarga.

B. Karena setiap manusia harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya. Wahyu 20:11-13 menubuatkan bahwa setiap manusia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya di hadapan Allah, perumpamaan tentang talenta dalam Injil Matius 25:15-30 mengajarkan juga tentang tanggungjawab kasih karunia Allah yang sudah kita terima.

Manusia yang memiliki hati yang bijaksana, tentu ia bertanggungjawab untuk tetap memiliki konsep hidup yang benar

Seorang suami yang bijak, maka ia akan bertanggungjawab terhadap keluarganya dan orang tua yang bijak, ia akan bertanggungjawab terhadap anak-anaknya, pertanyaan. Apakah kita bijaksana dalam membagi waktu untuk keluarga kita?

C. Karena hati yang bijaksana menuntut untuk hidup berjalan dalam kebenaran. Ia mampu menggunakan waktu ibadah yang Tuhan berikan dengan sebaik-baiknya, tanpa menukarnya dengan bisnis dan olah-raga, ia sadar bahwa dengan berada di dalam kebenaran-Nya, maka ia dapat memimpin/mengatur dengan bijaksana, sebagaimana raja Salomo sepanjang hidupnya beribadah kepada Tuhan dengan benar, maka dengan hikmat Allah ia mampu memimpin kerajaan Israel dengan bijaksana.

Ia sadar bahwa hati yang bijaksana itu begitu penting, karena itulah rasul Paulus berkata "bahwa hati yang bijaksana adalah hati yang diperbaharui, hati yang bertumbuh di dalam iman dan hati yang digerakkan oleh keinginan-keinginan yang benar, yaitu oleh tuntunan Firman Tuhan".

Doa

Bapa terima kasih atas hidupku ini, berilah aku kebijaksanaan yang dari pada-Mu ya Tuhan. Amin

(Sumber: Warta GBI Eben Haezer, Oktober Minggu ke-4 )