DONASIKAN UANG ANDA ke BCA KCU Asemka, AC. 001.302.2400 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA atau CIMB NIAGA Kebon Sirih, AC. 170.01.00355.00.5 a/n. GEREJA BETHEL INDONESIA dan Sukseskan SIDANG SINODE GBI XV

Hidup Dalam Daging Atau Roh?

Bacaan: Roma 8; Efesus 6:10-20

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” (Efesus 6:11)

Anda mungkin pernah mendengar kalimat “Roh memang penurut tetapi daging lemah.” Ya, Alkitab memang menuliskan kebenaran tersebut. Jika kita mengerti tentang kalimat tersebut seharusnya kita sadar serta mengambil tindakan untuk berusaha stop hidup menurut daging, karena selama kita hidup menurut daging, maka kita akan menyangkal semua yang dari Roh.

 

Padahal Alkibat menuliskan, bahwa pada waktu kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan dipenuhi kuasa Roh Kudus, kita bukan lagi manusia yang hidup dalam daging, tetapi manusia Roh, dan jika kita hidup menurut Roh, maka kita akan mematikan semua keinginan daging kita.

Renungkanlah

1. Menurut saudara, keinginan-keinginan daging seperti apa yang perlu dikikis dalam diri saudara?

2. Bagaimana saudara berusaha belajar untuk hidup dalam Roh?

3. Apa saja yang akan saudara dapatkan dan alami, ketika saudara lebih memilih hidup dalam Roh daripada hidup dalam daging?

Keputusan untuk menuruti Roh dimulai ketika kita mengambil tindakan untuk saat teduh di pagi hari atau tidak. Keputusan untuk menuruti Roh juga dimulai dari kesetiaan kita berdoa, mencari wajah Tuhan dalam segala perkara, memuji dan menyembah Tuhan serta selalu bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Bila kita mengawali perkara yang baik, maka akan dilanjutkan dengan perkara yang baik dan semakin lebih baik lagi. Tetapi sebaliknya awal yang tidak baik akan dilanjutkan dengan hal yang kurang baik dan semakin tidak baik. Hidup menurut Roh akan teruji pada saat kita menjalani kehidupan kita sehari-hari.

Apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita putuskan dan kita lakukan akan menentukan apakah kita berusaha menjalani semuanya itu dengan bertanya kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan, menuruti setiap yang dikehendaki Tuhan atau sebaliknya.

Belajarlah untuk terus melatih diri hidup dalam Roh!

Kadang kita lebih suka bertindak sesuka hati kita, karena kita merasa bahwa diri kitalah yang paling tahu segala hal yang paling kita butuhkan.

Saudaraku, sesungguhnya kita adalah milik Tuhan, bukan milik orang tua kita, pasangan kita, anak kita, atau pun sahabat kita. Jadi, kita sebagai makhluk Roh saatnya memutuskan untuk belajar mematahkan keinginan daging dan bergantung kepada Roh Kudus yang menuntun kita setiap hari.

Memang tidak selalu mudah, karena seringkali ada banyak perkara yang kita hadapi begitu menguji kepekaan dan ketaatan kita kepada Tuhan, tetapi bila kita menyadari bahwa kita manusia Roh yang dimampukan Tuhan untuk mengatasi semuanya, maka bersama Tuhan kita pasti bisa untuk terus berjalan dalam kehendak-Nya yang mulia.

Pada akhirnya, bila kita berusaha untuk hidup dalam Roh, maka hal itu akan membuat kita menjadi penurut-penurut Allah dan berjalan setiap hari mengalahkan semua kelemahan kita.

Doa

Tuhan Yesus, pimpin aku selalu agar dalam setiap langkah hidupku dari hari ke hari, aku berjalan dalam Roh-Mu. Mampukan aku untuk mematikan keinginan daging dalam diriku. Amin